Rabu, 14 Agustus 2013

Macam - Macam Festival Musim Panas di Jepang

Udah lama gak posting di blog karena libur lebaran (ikut libur posting juga dong :p), kali ini mau posting tentang festival-festival yang dilakukan di Jepang saat musim panas.

Bagi negara yang memiliki empat musim separti Jepang, bulan Juli hingga september adalah waktunya musim panas. Musim panas juga adalah musim dimana sekolah-sekolah libur, yah... waktunya sama dengan waktu libur sekolah di Indonesia lah, sekitar bulan Juli dan Agustus. Pada saat musim panas, di Jepang banyak sekali mengadakan festival-festival. bahkan sekolah-sekolah di Jepang pun mengadakan semacam festival kecil-kecilan di sekolah mereka, untuk mengisi liburan musim panas.

Festival musim panas di Jepang sendiri bukan hanya ada satu festival saja. Mungkin kalian telah tahu salah satu festival yang diadakan saat musim panas, yaitu festival obon. (bagi yang belum tahu, ada postingan'y disini). tapi selain festivalobon, ada juga festival-festival lainnya yang dilakukan pada saat musiim panas di Jepang. Check this Out.

1. Tanabata
Festival ini bermula dari Tiongkok, dan diperkenalkan kepada rakyat Jepang pada zaman Nara. Asal-usul festival ini sangat menarik, bercerita tentang cinta 2 orang manusia Altair (Hikoboshi) dan Vega (Orihime). 
Hikoboshi dan Orihime

Hikoboshi adalah seorang pengembala sapi, seda
suasana saat festival tanabata
ngkan Orihime adalah wanita yang pandai menenun. Mereka berani meninggalkan pekerjaan mereka masing-masing karena saling mencintai. Hal ini membuat dewa langit marah dan memisahkan mereka dengan sungai Amanogawa. Mereka berdua hanya dapat bertemu pada malam ketujuh, bulan ketujuh setiap tahunnya dengan menggunakan jembatan ajaib yang muncul di sungai tersebut. Jika pada malam tersebut hujan, maka sungai Amanogawa akan meluap dan mereka harus menunggu tahun depan lagi untuk saling bertemu.

Tanzaku
Tradisi yang terkenal dari festival ini adalah menulis Tanzaku, yaitu menulis permohonan pada selembar kertas atau potongan kayu, dan di gantungkan pada batang pohon bambu. permohonan-permohonan tersebut akan diapungkan disungai, atau bisa juga dibakar pada tengah malam. Hal tersebut dilakukan agar segala hal buruk segera berlalu, dan permohonan mereka dapat terkabul. Masyarakat Jepang percaya, bahwa jika hari itu tidak hujan, maka permohonan mereka akan terkabul. seperti cerita Hikoboshi dan Orihime yang selalu dapat bertemu jika hari tidak hujan.


2. Hanabi

Jika dilihat dari artinya, mungkin banyak yang beroikir bahwa ini hanyalah menonton kembang api saja, sama seperti perayaan tahun baru di Indonesia. Tapi perayaan Hanabi ini bukan hanya sekadar melihat kembang api saja. Mungkin kalian juga pernah melihatnya di Dorama Jepang atau Anime. Pada saat festival ini, sering diadakan seperti pasar malam yang dilakukan di sekitar kuil-kuil di Jepang. Disana ada banyak kios-kios yang buka, seperti kios makanan dan minuman, permainan seperti menangkap ikan mas dengan mmenggunakan jaring kertas dan lain sebagainya. Biasanya mereka yang datang ke festival ini datang bersama keluarga atau teman, dengan menggunakan yukata (yang belum tahu yukata, liat disini).



3. Tsukimi
sesajian saat Tsukimi
Tsukimi merupakan pesta melihat bulan purnama yang terjadi sekitar pertengahan bulan Agustus. Pada saat itu, biasanya masyarakat Jepang menyimpan sesajian di jendela mereka yang terlihat bulan purnama. Hal ini sebenarnya bentuk pemujaan masayarakat pertanian untuk memperoleh panen yang berlimpah.


4. Hakata Gion Yamakata di Hakata

Perayaan yang dilakukan sejak masa Kamakura (1185-1333) ini adalah dalam rangka untuk mengusiir bencana penyakit. kuil-kuil kecil atau Omikoshi diarak beramai-ramai, dengan kendaraan hias yang disebut Kazari Yamagasa, dengan boneka-boneka besar yang menggambarkan tokoh-tokoh legenda atau sejarah.






5. Tenjin Matsuri di Osaka
Festival ini adalah salah satu yang terbesar dan terkenal di Jepang. Festival ini mulai dilakukan sekitar tahun 1000-an. Ribuan orang mengarak kuil-kuil Omikoshi dari kuil Temmangu ke jembatan Tenjin. Setelah itu mereka naik perahu-perahu hias dan diakhiri dengan pesta kembang api.



6. Awa Odori

Sebenarnya ini adalah bagian dari fesrival obon. Masyarakat Jepang melakukan tarian bersama-sama dan beriringan untuk mengantarkan arwah leluhur kembali ke alamnya. Tarian ini konon telah dilakukan sejak 400 tahun yang lalu.



7. Akita Kanto Matsuri di Akita
Festival ini merupakan salah satu dari tiga festival besar di daerah Jepang Utara. Ciri khas dari festival ini adalah 46 lentera yang dipasang pada kerangka besar yang dibuat dari batang-batang bambu (Kanto) setiinggi 12 meter. Para pembawa Kanto ini menunjukkan kemampuan mereka dalam menjaga keseimbangan Kanto tersebut di tangan, dahi, bahu atau pinggang mereka. Setiap Kanto memiliki motif khusus dan biasanya melambangkan panjang umur dan panen yang berlimpah. 



8. Nebuta Matsuri
Festival ini diadakan di Aomori dan Hirosaki. Dalam festival ini dilakukan iring-iringan kendarann hias yang bergambar makhluk raksasa penyebab kantuk pada musim panas. Kata "Nebuta" sendiri berasal dari kata "Nemuri" yang berarti kantuk. Festival ini dilakukan untuk mengusir makhluk tersebut. Setiap tahunnya, banyak orang yang mengikuti festival ini. 

suumber : http://japside.blogspot.com/2012/06/9-festival-musim-panas-di-jepang.html

1 komentar:

Poskan Komentar